Stories

Hampir Satu Bulan Lebih Kasusnya Tidak Ditindaklanjuti, Korban Tindak Asusila Cari Keadilan (2)

Jawa Tengah, Indonesia Investigative Reporting, Breaking News September 4 @ 11:47am

•Dari Sesi Selanjutnya....

perkembangan kasus Pemerkosaan yang terjadi di komplek Villa Indah Permata, Gintungan, Kec.Bandungan-Kab.Semarang, dan korban Mawar telah melaporkan hingga oleh penyidik disuruh visum, dan akhirnya ia melakukan visum.

Namun dari hal itu, dirinya merasa kecewa karena sudah hampir satu bulan lebih kasusnya belum tertangani, dan sepertinya tidak ditindaklanjuti. Sampai akhirnya korban melaporkan ke Propam Polres Semarag, serta juga mengadukan masalah ini (Kasus, red) ke kantor Bandungan Crisis Centre (BCC) untuk mendapatkan pendampingan pengacara.

"Saya butuh keadilan. Semestinya penyidik segera memproses perkaranya tersebut. Sudah hampir satu bulan lebih tidak juga diproses. Dan anehnya saya disuruh cari saksi dan barang bukti dilokasi, ya tidak mungkin bisa. Karena dilokasi itu hanys ada mereka. Ya seharusnya yang cari bukti dan saksi ya polisi to, pak," ujar Mawar sangat kecewa.

•Divisi Investigasi BCC Langsung Turun TKP•
Dengan adanya kasus hal tersebut, dan korban telah memberikan kepercayaan penuh kepada BCC, dan sekaligus pendampingan. Maka pihak BCC melalui Divisi Investigasi BCC langsung melakukan investigasi tempat Kejadian Perrkara (TKP), cek lokasi, mengorek keterangan dari korban, meminta keterangan sejumlah saksi dll.

"Ada beberapa saksi yang kami tanya, diduga kuat bahwa peristiwa itu benar adanya. Bahkan ada pengakuan dari salah seorang yang disebut korban yang menyatakan persetubuhan pertama kali dilakukan YK, dan saat gilirannya korban sadar. Oleh karena itu, Kami tidak bisa memastikan mana yang benar dan salah, hal itu kewenangan aparat penegak hukum yang akan menguji dan menentukannya," ungkap Ketua BCC, Hartanto, S.Sos, saat ditemui, selagi mengecek lokasi kejadian.

Sementara itu YK, GM dan ED saat ditemui oleh tim Divisi Investigasi BBC dan wartawan, mengelak telah memperkosa korban Mawar.

"Dia datang kesini sudah mabuk. Kami tidak melakukan seperti itu (pemerkosaan, red). Itu mengada-ada," ucap YK yang diamini GM dan ED, saat didampingi Koordinator Security komplek villa Indah Permata, AKP Rofiul Imam, SH.

Dan AKP Rofiul Imam, SH juga menyatakan, korban mengada-ada terkait peristiwa tersebut.

"Itu mengada-ada. Polsek saja tidak tau ada peristiwa tersebut. Itu hanya cari-cari duit, besok cari siapa yang bikin laporan. Lonthe kui..," kata Imam.

Sementara itu disisi lain, pihak Ketua DPC Federasi Advokat Republik Indonesia (FERARI) Kab.Semarang, Yohanes Sugiwiyarno, SH,MH menyatakan, bahwa pihaknya sudah dihubungi oleh kerabat korban untuk melakukan pendampingan hukum atas kasus tersebut.

"Dari hal tersebut kami akan mendampingi korban. Selama ada kejadian, ada bukti dan ada saksi. Kami sisp mendampingi. Dan tim kami juga sudah melakukan investigasi dan identivigasi mencari bukti-bukti. Oleh karenanya keadilan harus ditegakkan," kata Yohanes tegas.
(Doc.arsip by MTM/PS/Line Tim Work, 030921)
Need Help?
Johnson

Johnson Tamlyn

Production Manager

Johnson is available 9:00-17:00 GMT Mon‑Fri, or by email 24/7